Sempitnya lahan pemukiman di perkotaan dan tingginya harga tanah mendorong pertumbuhan bangunan bertingkat secara vertikal keatas. Indikasi dari masalah tersebut diatas adalah semakin berkembangnya bangunan-bangunan bertingkat baik residensial maupun komersial seperti : rumah tinggal, ruko, sekolah, mall dan lain sebagainya.
Mendirikan bangunan bertingkat baru maupun renovasi tambahan bangunan keatas, tentu membutuhkan pelat lantai baru atau “nge-dak”. Berbagai jenis bahan bangunan dan cara digunakan untuk “nge-dak” atau membangun pelat-lantai tingkat. Pada saat ini cara yang sudah dikenal masyarakat luas adalah pelat lantai dengan cara cor-beton. Namun dengan semakin mahalnya harga material & upah tukang, maka biaya “nge-dak” pun menjadi semakin tinggi.
Solusi “nge-dak” kuat, cepat dan murah
Alternatif praktis & efisien untuk pekerjaan “nge-dak” saat ini adalah dengan Lantai Komposit Beton-Keramik. Pada prinsipnya struktur lantai dak ini adalah gabungan antara batablok-keramik CERADECK (CD) dengan beton bertulang biasa. Oleh karena bobotnya yang lebih ringan namun kekuatan daya dukungnya setara dengan beton biasa, maka sistim ini tentu lebih menghemat biaya material, waktu pengerjaan maupun hemat dalam dimensi struktur pendukungnya.
CeraDeck (CD) & CeraBeam (CB)
CERADECK (CD) & CeraBeam (CB) adalah batablok-keramik & beam yang terbuat dari tanah liat pilihan dan diproses dengan sistim de-aerated extruder (hampa udara) untuk mendapatkan kepadatan yang sempurna, kemudian dibakar didalam tungku pembakaran suhu tinggi (1.100˚C) agar menghasilkan batablok-keramik yang keras, padat dengan kekuatan yang prima (compressive strength > 28 N/mm2).
Lantai Komposit Beton-Keramik
Untuk membangun dak komposit Beton-Keramik. CeraDeck (CD) ini dipasangkan dengan balok-balok pra-cetak (pre-cast beam) yang salah satu komponennya adalah blatablok-keramik CERABEAM (CB). Pembuatan balok-balok pra-cetak ini terdiri dari rangkaian CERABEAM (CB) yang di cor beton dan diperkuat strukturnya dengan tulangan besi. Kemudian setelah semua CERADECK terangkai dengan balok-balok pra-cetak, maka proses pengecoran beton mulai dilaksanakan merata keseluruh celah antar batablok CERADECK hingga semua tulangan baja akan terselimuti oleh beton dan terbentuklah struktur balok-balok baru yang kokoh berbentuk profil I– Beam.
Pemberian besi tulang ini dilakukan dengan penulangan searah, hal ini karena tulangan hanya dikaitkan dengan dua balok yang berhadapan.
Ringan pada Bobot struktur
Karena struktur batablok CERADECK yang berongga 43%, maka pelat lantai komposit beton-keramik memiliki bobot yang lebih ringan (±190 kg/m2) dibandingkan dengan beton biasa (± 240 kg/m2) sehingga bobot yang ringan ini memberikan keuntungan penghematan beban pada strukur kolom-kolom pendukung yang cukup signifikan. Struktur yang berongga pada dak komposit beton-keramik ini juga memberikan keuntungan ganda yaitu bersifat isolator terhadap panas dan berfungsi sebagai peredam suara untuk mengurangi tingkat kebisingan dari lingkungan sekitar.
Ringan pada Biaya material
Selain secara struktural, aplikasi atau pemakaian bahan pun menjadi lebih ekonomis dibandingkan dengan beton. Lantai beton dibentuk dari pasir, batu split dan semen kemudian diberi tulangan baja, sedangkan pelat lantai komposit beton-keramik dibentuk dari rangkaian CERADECK & beton, dimana pemakaian betonnya dapat dihemat hingga 70%. Hal ini karena pengecoran beton hanya dilakukan pada balok-balok beam dan lapisan diatas CERADECK (setebal 1-3cm). Tulangan baja yang digunakan juga lebih hemat 30% karena menggunakan sistem tulangan searah. Demikian juga karena konsep “nge-dak” ini tanpa bekisting, maka biaya pemakaian kayu & tukangnya dan paku untuk keperluan perancah & bekisting dapat dihilangkan hampir 100%.
Ringan pada waktu pengerjaan
Dalam pemasangan di lapangan, waktu yang dibutuhkan lebih cepat dibandingkan membuat plat lantai dengan menggunakan cor beton. Bila menggunakan dak beton lantai biasa harus dipasang bekisting untuk menahan cetakannya. Sedangkan dengan pelat lantai komposit beton-keramik CERADECK tidak diperlukan perancah dan bekisting. Keunggulan lain dari pekerjaan “nge-dak” cara ini adalah tidak harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu saja, bila gedung atau rumah dibangun dari awal tanpa menggunakan bekisting, maka pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya “nge-dak”di atasnya.
Keuntungan lain adalah waktu pengeringan hingga plat /dak lantai ini selesai semakin singkat. Dengan cor beton harus menunggu hingga mengering dalam waktu 28 hari, sedangkan dengan CERADECK bisa selesai lebih cepat.
Ringan dari bahaya gempa
Dengan konstruksi yang spesifik dan bobot yang ringan, pelat lantai komposit ini dapat memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini berarti pula, bila terjadi bencana dan keruntuhan, lantai ini tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil sehingga tidak membahayakan penghuni. Walaupun bobotnya ringan, hal ini tidak berpengaruh pada kualitas kekuatannya yang sejajar dengan beton K 175 yang mempunyai tegangan ijin maksimum sebesar 55 kg/cm².